Pages

Sabtu, 19 Juli 2014

NASTAR


Biasanya kalau bikin Nastar lebih sering pakai resep dari NCC, Cuma kali ini pingin coba resep nastarnya mba Yola..ada sedikit modif sesuai bahan yang tersedia dirumah...




bahan :
300 gr margarin
75 gr mentega
3 butir telur
450 gr terigu
5 sdt susu kental manis
6 sdm keju parut
Keju untuk taburan


Cara Membuat :

Kocok dengan mixer :

Margarin,mentega, keju parut dan susu kental manis hingga berbentuk cream lembut
Masukkan telur lalu mixer hingga merata. matikan mixer

Masukkan terigu dan aduk merata hingga membentuk adonan yang kalis (tdk menempel di tangan)

Simpan dalam lemari es/kulkas selama 1/2 jam.

Bentuk bulat-bulat atau sesuai selera, isi dengan selai nanas.

Susun dalam loyang yang sudah diolesi mentega dan ditaburi terigu.

Taburi bagian atas nastar dengan keju

Panggang hingga setengah matang, olesi dengan kuning telur

Panggang kembali hingga matang dan kecoklatan




Untuk nastar ini tekturnya dari luar lebih kuat tidak pyur.. untuk bagian dalam teksturnya cukup lembut..

AYAM GORENG ( FRIED CHICKEN )



Yang namanya anak-anak ga ada yang ga suka yang namanya fried chicken ini.. suka karna kriuk2 renyahnya.. plus juga rasa ayamnya yang gurih.. btw gurihnya harus dominan dengan bahan yang alami dong yaa.. ini nih resep fried chicken kesukaan anak2 saya...


Bumbu halus :
Bawang putih 3 siung
Kemiri 2 butir
Kunyit 1 ruas jari
Lada ½ sdt
Garam 1 sdt

Bahan:
Beberapa potong ayam dari 1/2 ekor ayam
Maggi seasoning 1 sdt
Telur 1 butir
Tepung terigu
Maezena
Tepung bumbu


Cara membuat :

Campurkan bumbu halus pada potongan ayam, tambahkan maggi seasoning, campur rata. Masukkan ayam yang sudah berbalur bumbu dalam kulkas ± 1 jam. 

Siapkan tepung untuk pembalurnya dengan perbandingan,  terigu : maezena : tepung bumbu  =  40 : 20 : 40 tambahkan sedikit garam, aduk rata. 

Masukkan potongan2 ayam satu persatu, balur dengan campuran tepung hingga rata.

Masukkan dalam kocokan telur, lalu balur kembali ayam kedalam tepung. Agak sedikit meremas remas ayam saat membalur. 

Lakukan hingga semua ayam telah terbalut tepung dengan rata. Siapkan wajan dengan minyak goreng banyak, goreng dengan api sedang hingga kuning kecoklatan, angkat dan tiriskan minyak yang masih menempel..






Kamis, 03 Juli 2014

RESEP KASTANGELS




Sudah hari ke 6 puasa tapi masih belum selesai juga halangan.. akhirnyaa mumpung bisa icip2 jadilah mencicil membuat kue untuk lebaran.. yang pertama ini mo nyobain bikin kastangels dulu.. sudah menulis beberapa resep kastangel, berhubung para krucils sudah siap membantu, pastilah percobaan awal ini bisa langsung habis diserbu nih.. ^_^   jadilah mencoba resep dengan porsi kecil dulu.. resep dari blognya mba yenni.. resepnya aga dimodif sedikit.. seperti biasa ingin yang simple dan sesuai ketersediaan bahan di rumah...

KASTANGEL

Bahan :
125 gr margarin
2 btr kuning telur
150 gr terigu segitiga
25 gr maizena
70 gr keju parut
30 gr keju cheddar parut untuk taburan
1 sdm susu bubuk
1 btr telur untuk olesan

Cara Membuat :
1. Kocok mentega sampai pucat, tambahkan kuning telur, kocok sebentar asal rata.
2. Tambahkan keju parut, aduk rata.
3. Masukkan campuran tepung terigu, maizena dan susu bubuk, aduk dengan sendok kayu     sampai rata.
4. Diamkan setengah jam di lemari es, lalu gilas dan cetak.
5. Oles dengan kocokan telur, tabur keju cheddar di atasnya
6. Oven 35 menit dengan suhu 160 derajat sampai kecoklatan, angkat.

Teksturnya cukup lembut dan saat dikunyah terasa krenyes2 gurih.. daan benar saja karna porsinya yang tidak terlalu banyak ini.. begitu matang sudah keburu habis diserbu si krucils... ^_^


Kamis, 19 Juni 2014

TELUR GABUS WORTEL, KEJU, BROKOLI..





Punya catatan Resep telur gabus by Wied Harry ini sudah lama, cumaaa belum sempet untuk membuatnya.. 

TELUR GABUS   by Wied Harry
Hasil jadi: 500 g
BAHAN:
350 g tepung kanji/sagu
3 butir telur, kocok dg garpu hingga rata
1/4 sdt garam
minyak goreng
CARA MEMBUAT:
1. Campur seluruh bahan hingga rata. Ambil sejimpit, pilin di antara 2 telapak tangan, masukkan ke dalam wajan berisi minyak goreng yg banyak hingga pilinan adonan terendam. Lakukan hingga seluruh adonan habis.
2. Jerangkan wajan di atas api kecil. Biarkan minyak goreng panas dan pilinan adonan mulai mengapung perlahan dan bertahap. Aduk perlahan dan hati-hati. [Jangan mengaduk sebelum adonan mengapung, agar adona tidak hancur.]
3. Goreng hingga kecokelatan, angkat, tiriskan.

Nah pas ada waktu akhirnya kesampaian juga bikin si telur gabus ini.. lihat resepnya, ternyata 2 bahan utama yaitu kanji/sagu dan telur.. Hhmm.. mudah sepertinya untuk dicoba.. dan supaya lebih sehat buat anak2 diberi tambahan wortel, brokoli dan keju.. 

Untuk percobaan awal ini membuat hanya dengan satu telur saja dengan ukuran sedang.. trus kanjinya/tapioka 100gr aja..

Pertama kocok telur, kemudian tambahkan parutan wortel juga brokoli yang disisir halus. Beri garam dan sedikit kaldu instan bubuk..kocok hingga tercampur rata.

Masukkan tepung kanji/sagu ( saya pakai tapioka) sedikit demi sedikit aduk rata.. teksturnya lama2 menjadi lebih padat, masukkan parutan keju secukupnya, .. tambahkan tapioka yang masih tersisa, uleni hingga adonan bisa dikepal dan dibentuk..



Ambil adonan sejimpit, pilin di antara 2 telapak tangan, masukkan ke dalam wajan berisi minyak goreng yg banyak ( dalam kondisi dingin minyak gorengnya) hingga pilinan adonan terendam. Lakukan hingga seluruh adonan habis.

Jerangkan wajan di atas api kecil. Biarkan minyak goreng panas dan pilinan adonan mulai mengapung perlahan dan bertahap. Aduk perlahan dan hati-hati. [Jangan mengaduk sebelum adonan mengapung, agar adona tidak hancur.]
Goreng hingga kecokelatan, angkat, tiriskan.



Rasanya kriuk-kriuk gurih.. plus sehat buat anak2 dengan campuran wortel dan brokoli didalamnya.. Hhmm yummy.. 

Minggu, 04 Mei 2014

MENJADI SEORANG IBU



Jika suatu saat nanti kau jadi ibu,
jadilah seperti Asma’ binti Abu Bakar yang menjadi inspirasi dan mengobarkan motivasi anaknya untuk terus berjuang melawan kezaliman.
“Isy kariman au mut syahiidan! (Hiduplah mulia, atau mati syahid!),” kata Asma’ kepada Abdullah bin Zubair.
Maka Ibnu Zubair pun terus bertahan dari gempuran Hajjaj bin Yusuf as-Saqafi, ia kokoh mempertahankan keimanan dan kemuliaan tanpa mau tunduk kepada kezaliman. Hingga akhirnya Ibnu Zubair syahid.
Namanya abadi dalam sejarah syuhada’ dan kata-kata Asma’ abadi hingga kini.


Jika suatu saat nanti kau jadi ibu, jadilah seperti Nuwair binti Malik yang berhasil menumbuhkan kepercayaan diri dan mengembangkan potensi anaknya.
Saat itu sang anak masih remaja. Usianya baru 13 tahun.
Ia datang membawa pedang yang panjangnya melebihi panjang tubuhnya, untuk ikut perang badar.
Rasulullah tidak mengabulkan keinginan remaja itu. Ia kembali kepada ibunya dengan hati sedih.
Namun sang ibu mampu meyakinkannya untuk bisa berbakti kepada Islam dan melayani Rasulullah dengan potensinya yang lain.
Tak lama kemudian ia diterima Rasulullah karena kecerdasannya, kepandaiannya menulis dan menghafal Qur’an. Beberapa tahun berikutnya, ia terkenal sebagai sekretaris wahyu.
Karena ibu, namanya akrab di telinga kita hingga kini: Zaid bin Tsabit.


Jika suatu saat nanti kau jadi ibu,
jadilah seperti Shafiyyah binti Maimunah yang rela menggendong anaknya yang masih balita ke masjid untuk shalat Subuh berjamaah.
Keteladanan dan kesungguhan Shafiyyah mampu membentuk karakter anaknya untuk taat beribadah, gemar ke masjid dan mencintai ilmu. Kelak, ia tumbuh menjadi ulama hadits dan imam Madzhab.
Ia tidak lain adalah Imam Ahmad.


Jika suatu saat nanti kau jadi ibu, jadilah ibu yang terus mendoakan anaknya. Seperti Ummu Habibah.
Sejak anaknya kecil, ibu ini terus mendoakan anaknya.
Ketika sang anak berusia 14 tahun dan berpamitan untuk merantau mencari ilmu, ia berdoa di depan anaknya: “Ya Allah Tuhan yang menguasai seluruh alam! Anakku ini akan meninggalkan aku untuk berjalan jauh, menuju keridhaanMu.
Aku rela melepaskannya untuk menuntut ilmu peninggalan Rasul-Mu. Oleh karena itu aku bermohon kepada-Mu ya Allah, permudahlah urusannya. Peliharalah keselamatannya,panjangkanlah umurnya agar aku dapat melihat sepulangnya nanti dengan dada yang penuh dengan ilmu yang berguna, amin!”.
Doa-doa itu tidak sia-sia. Muhammad bin Idris, nama anak itu, tumbuh menjadi ulama besar. Kita mungkin tak akrab dengan nama aslinya,
tapi kita pasti mengenal nama besarnya: Imam Syafi’i.


Jika suatu saat nanti kau jadi ibu,
jadilah ibu yang menyemangati anaknya untuk menggapai cita-cita. Seperti ibunya Abdurrahman.
Sejak kecil ia menanamkan cita-cita ke dalam dada anaknya untuk menjadi imam masjidil haram, dan ia pula yang menyemangati anaknya untuk mencapai cita-cita itu. “Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguhlah menghafal Kitabullah, kamu adalah Imam Masjidil Haram…”, katanya memotivasi sang anak.
“Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguhlah, kamu adalah imam masjidil haram…”, sang ibu tak bosan-bosannya mengingatkan.
Hingga akhirnya Abdurrahman benar-benar menjadi imam masjidil Haram dan ulama dunia yang disegani. Kita pasti sering mendengar murattalnya diputar di Indonesia, karena setelah menjadi ulama, anak itu terkenal dengan nama Abdurrahman As-Sudais.


Jika suatu saat nanti kau jadi ibu, jadilah orang yang pertama kali yakin bahwa anakmu pasti sukses.
Dan kau menanamkan keyakinan yang sama pada anakmu. Seperti ibunya Zewail yang sejak anaknya kecil telah menuliskan “Kamar DR. Zewail” di pintu kamar anak itu. Ia menanamkan kesadaran sekaligus kepercayaan diri.
Diikuti keterampilan mendidik dan membesarkan buah hati, jadilah Ahmad Zewail seorang doktor. Bukan hanya doktor, bahkan doktor terkemuka di dunia. Dialah doktor Muslim penerima Nobel bidang Kimia tahun 1999.