Pages

Senin, 18 Agustus 2014

KETAPANG ( Terminalia catappa )



Famili : Combretaceae

Pohon ketapang dikenal juga dengan nama “tropical almond”, penghuni asli hutan tropis dataran rendah asia sampai australia utara dan polenesia.

Di Indonesia ketapang ditemukan dipinggir laut dan muara sungai, terutama ditempat berpasir atau berkarang ditepi pantai sampai ketinggian 5 m dpl. Tumbuh baik hingga ketinggian 800 m dpl.

Ketapang dapat tumbuh tinggi sampai 40 m dengan diameter batang 2 m. Seringkali buahnya terdampar dipesisir dari lain tempat.  Anggota famili ini terdiri sekitar 450 spesies. Yang terbagi dalam 20 genus.


Ketapang  sangat menarik ditanam sebagai pohon peneduh atau pohon hias di taman-taman kota, karena bertajuk indah. Pohonnya membentuk tajuk berlapis seperti bangunan pagoda. Lapisan2 itu terbentuk karena cabang-cabangnya muncul dari batang secara serentak pada satu bidang yang sama, sehingga cabang tampak tumbuh mendatar. Untuk ketapang yang tumbuh liar bentuk kurang beraturan.

picture from here









Pohon yang ditanam rata2 bisa setinggi 10-20 m, daunnya selebar 15-31 cm berbentuk lonjong bulat telur terbalik. Ujung daun membulat atau sedikit lancip. Daun bersusun dalam bentuk spiral dan menggerombol pada ujung cabang2nya. Daun tua yang gugur berwarna merah sebelum jatuh ke tanah. Pengguguran daun ini terjadi setahun dua kali.


Bunganya berwarna putih atau keputih-putihan, berbentuk tandan yang panjangnya sampai 16 cm. Tandan itu terdiri dari 4 bunga yang berlainan kelamin (berkelamin dua, tidak berkelamin, hanya berkelamin betina atau jantan saja). Pada tandan bagian bawah terdapat bunga berkelamin dua atau betina, dibagian atasnya bunga tak berkelamin atau berkelamin jantan.



Kelopak bunga terbagi lima, berbentuk lonceng atau mangkok. Benang sari 5 helai tersusun dalam 2 baris menonjol diantara bunga berkelamin dua dan jantan. Tangkai kepala putik amat pendek.

Buah ketapang berukuran  4cm x 6cm, panjang dan lebar antara 3-4cm. Bentuknya elips dengan bagian ujung dan pangkal  meruncing dan kedua sisinya berlunas. Kulit buahnya hijau dan bergabus cukup tebal. 

Kulit bijinya berupa tempurung yang liat dan keras. Biji didalamnya kecil sekali berwarna putih dan enak dimakan. Rasa bijinya seperti biji buah almond, sejenis kacang dari daerah subtropis, sehingga pohonnya disebut “tropical almond”.


Khasiat :

Biji ketapang digunakan untuk obat tekanan darah tinggi dan melancarkan air susu ibu.

Pepagan (kulit batang), daun dan akar ketapang mengandung tanin yang bersifat astrigent dan mengerutkan kulit. Ketiga bagian tanaman ini dapat digunakan untuk obat disentri, radang selaput lendir pada rongga mulut dan sariawan. Tanin dalam papagan dimanfaatkan sebagai pemberi warna hitam pada tinta.

Daunnya untuk obat malaria, bengkak2,  encok, influenza dan panas.

Rebusan akarnya untuk obat sariawan, radang selaput lendir usus dan disentri.

Bagiantanaman yang juga bermanfaat adalah kayunya. Kayu ketapang yang berwarna coklat atau kemerah-merahan termasuk kelas yg kurang awet. Kayu yang sudah kering agak keras, cukup ringan dan awet didalam air laut. Kayu ini dapat digunakan untuk bahan bangunan rumah, kapal, gerobak dan papan.

Di alam pohon ketapang berkembang biak dengan biji. Sebagai tanaman budidaya ketapang diperbanyak dengan stek, cangkokan.  Ada dua macam ketapang, yaitu ketapang kasar dan ketapang biasa. Ketapang kasar daunnya besar2, kasar agak lonjong membulat. Pertumbuhan tanamannya agak rimbun. Yang biasa berdaun lebih kecil, halus agak memanjang dan jarang.




TRUBUS 327-TH XXVIII