Pages

Jumat, 28 Februari 2014

PEMPEK KAPAL SELAM





Dapet  ikan tenggiri gratis dari adek yang dapet banyak ikan tenggiri dari mertuanya.. pingin makan pempek.. Akhirnya dibuat pempek aja ikan tenggirinya..  Resep ini berasal dari Resep Philips,  Media Indonesia..  


Bahan : 

250 gr daging tenggiri, haluskan
300 gr tepung sagu
4 ½ sdt garam
1 ½ sdt gula pasir
1 ½ sdt penyedap rasa
20 gr tepung terigu protein sedang
200 ml air
1 siung bawang putih, parut
50 gr tepung sagu untuk taburan


Bahan isi (aduk rata) :

2 butir telur kocok lepas
¼ sdt garam


Bahan saus cuko :

300 gr gula merah, sisir halus
1000 ml air
50 gr asam jawa
½ sdt garam
1 sdt cuka 
Bumbu halus :
6 buah cabai rawit hijau
1 sdm tongcai
6 siung bawang putih
25 gr ebi,sangrai, haluskan



Pelengkap : 

2 buah ketimun (200gr), buang bijinya potong kotak


Cara membuat :

1.    Rebus tepung terigu, air dan bawang putih sambil diaduk sampai kental. Angkat.

2.    Tuang keatas daging tenggiri. Uleni rata. Masukkan garam,gula pasir dan penyedap rasa. Uleni sampai kalis

3.    Tambahkan tepung sagu. Aduk rata.

4.    Lumuri tangan dengan tepung sagu. Ambil sedikit adonan. Pipihkan bentuk kantung. Isi dengan kocokan telur. Tutup rapat

5.    Rebus air sampai mendidih. Masukkan pempek. Masak sampai matang. Angkat dan tiriskan
6.    Goreng dalam minyak yang sudah dipanaskan dengan api sedang sampai kekuningan

7.    Saos cuko : rebus gula merah dan air sampai larut. Tambahkan bumbu halus, asam jawa, dan garam. Masak sampai matang dan air sedikit menyusut. Saring.

8.    Sajikan saos cuko dengan pelengkap.


Btw.. bikin pempekny hanya ½ resep diatas.. berhubung ga ada stok sagu jadilah pakai tapioka..bikinnya juga ukuran mungil.. ^_^



 Ga sempet di foto pempeknya setelah digoreng bersama saos cukonya.. keburu habiiis...


Minggu, 23 Februari 2014

KARENA CINTA SEJATI ATAU KECANTIKANMU SAJA?





Cinta sejati adalah cinta yang terus menghujam tertancap kuat, tidakkan kecut dengan gelegar halilintar, tidakkan tergeser sejengkal tanah dengan air bah banjir dan tidak mudah berterbangan dengan hujan badai. Ialah cinta sejati karena Allah, mencintai seseorang karena ia mencintai Allah. Inilah cinta sejati, cinta yang takkan lenyap, tetap berangkulan di dunia dan berlanjut bersanding di surga akhirat tanpa gangguan cemburu bidadari.

    Cinta sejati karena agama dan akhlaknya. Jika kecantikan masa muda mulai melambaikan tangan, kekuatan tubuh mulai melepas genggamannya, maka sebaliknya agama dan akhlak mulai semakin mendekap erat dan cinta tetap bersemayam.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ: أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِى الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِى النَّارِ

“Tiga hal, bila ketiganya ada pada diri seseorang, niscaya ia merasakan betapa manisnya iman: Bila Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dibanding selain dari keduanya, ia mencintai seseorang, tidaklah ia mencintainya kecuali karena Allah, dan ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkan dirinya, bagaikan kebenciannya bila hendak diceburkan ke dalam kobaran api.” (Muttafaqun ‘alaih)

Renungkan ringkasan kisah berikut, maka cinta yang sesungguhnya bukan karena kecantikan, harta dan kekayaan, tetapi cinta karena Allah.

Sahabat Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu ketika bepergian ke Syam untuk berdagang, di tengah jalan ia bertemu seorang wanita berbadan semampai, cantik nan rupawan bernama Laila bintu Al Judi. Iapun jatuh cinta sampai tahap terkena penyakit mabuk cinta. Ia sering menyebut-nyebut mama Laila dan mengarang beberapa syair. Ia sejatinya merana karena cinta.

Khalifah Umar bin Al Khattab radhiallahu ‘anhu merasa kasihan kepadanya. Kemudian umar berkata kepada panglima perang yang akan berperang ke Syam,

إن ظفرت بليلى بنت الجودي عنوة فادفعها الى عبد الرحمن بن أبي بكر

“Jika engkau menang dan mendapatkan Laila bintu Al-Judi sebagai tawanan (menjadi budak), maka serahkanlah kepada Abdurrahman bin Abi Bakar”

فظفر بها فدفعها الى عبد الرحمن وأعجب بها وآثرها على نسائه حتى شكونه إلى عائشة فعاتبته على ذلك ا

Kemudian Laila bintu Al-Judi menjadi tawanan perang dan diserahkanlah kepada Abdurrahman bin Abi Bakar, dan Abdurrahman bin Abi Bakar lebih mendahulukan (cintanya) dibandingkan istri-istrinya yang lain. Istrinya yang lain mengadu kepada Aisyah (saudara Abdurrahman bin Abi Bakar), tetapi teguran Aisyah dibalas olehnya, Abdurrahman berkata,

والله كأني أرشف بأنيابها حب الرمان

“Demi Allah, seakan-akan aku mengisap gigi-giginya yang bagaikan biji delima”(ia sangat menikmmati kecantikan dan kemolekan Laila bintu Al-Judi)

Tak lama kemudian Laila bintu Al-Judi tertimpa penyakit yang menyebabkan bibir bawahnya terjatuh (wajahnya menjadi jelek), maka Abdurrahman sering berbuat kasar kepadanya (tidak cinta lagi), kemudian Laila bintu Al-Judi mengadu kepada Aisyah maka Aisyah berkata,

فقالت له عائشة يا عبد الرحمن لقد أحببت ليلى فأفرطت وأبغضتها فأفرطت فإما أن تنصفها وإما أن تجهزها إلى أهله

“Wahai Abdurrahman, dahulu engkau mencintai Laila dan berlebihan dalam mencintainya. Sekarang engkau membencinya dan berlebihan dalam membencinya. Sekarang, hendaknya engkau pilih: Engkau berlaku adil kepadanya atau engkau mengembalikannya kepada keluarganya. Karena didesak oleh saudarinya demikian, maka akhirnya Abdurrahmanpun memulangkan Laila kepada keluarganya. (Tarikh Damaskus 35/34 oleh Ibnu ‘Asakir, Darul Fikr, Beirut, 1419 H, Asy-Syamilah)

Catatan:

    Seperti inilah akhir cinta hanya karena kecantikan saja, maka perhatikanlah wahai para wanita apakah laki-laki mencintaimu hanya karena kecantikan saja? Atau ia tertarik dengan agama dan akhlakmu?





Penyusun: Raehanul Bahraen
Artikel www.muslimah.or.id

Jumat, 21 Februari 2014

TAHU ISI..




Makanan ini termasuk gorengan kesukaan saya..
Kalau membuat tahu isi sendiri, kualitas sayur untuk isiannya bisa lebih fresh, tidak terlalu banyak minyak dan minim MSG...    Berhubung rumah deket sama pabrik tahu, jadilah seringkali setiap kali akan membuat tahu isi, tahunya masih dalam kondisi hangat baru selesai dibuat... ^_^


Bahan :

Tahu segitiga 10 buah, iris bagian tengahnya
taouge 2 genggam tangan
wortel 1 buah ukuran besar potong ukuran korek api
daun bawang 1 batang, potong-potong
saos tiram 1 sdt
garam & gula sckpnya


Bumbu Halus :

Bawang putih 2 buah ukuran besar
Lada 1/2 sdt


Tepung Pelapis :

Tepung beras :  tepung bumbu : terigu =  50 : 30 : 20


Cara Membuat :

1. Tumis bumbu halus hingga harum (pada saat menumis jangan terlalu banyak minyak). Masukkan potongan-potongan wortel, tumis hingga layu. Masukkan saos tiram, garam dan gula, aduk rata. Masukkan taouge dan potongan daun bawang, tumis hingga layu ( jangan terlalu layu supaya masih krenyes2 sayurannya saat dimakan). Test rasa, matikan api.

2. Masukkan isian kedalam tahu yang telah diiris dibagian tengahnya.

3. Buat adonan untuk pelapis yg aga kental. Lapisi tahu dengan adonan pelapis, goreng dalam minyak panas sedang hingga kuning kecoklatan. 



Kamis, 20 Februari 2014

ROTI UNYIL



Masih tersisa beberapa buah pisang raja yang kulitnya mulai kehitaman di rumah. Ingin mencoba bikin roti unyil isi pisang dan coklat jadinya... Berkunjung ke blognya Mba Hesti.. Tertarik buat mencoba resep roti unyil dengan metode water roux.. Disini saya membuat 1/2 resep saja untuk adonan rotinya..




Berikut komposisi adonan yang saya buat kemarin....


Bahan :

Water roux :
- 25 gr tepung terigu protein tinggi
- 125 ml air


Bahan Roti :

- 200 gr tepung protein tinggi
- 100 gr tepung protein sedang
- 60 gr gula pasir
- 1 sdm susu bubuk full cream
- 1 butir telur
- 5 gr ragi instan
- 100 gr water roux
- 50 - 85 ml air hangat
- 38 gr margarin


Pengoles  : 

- 1 sdm susu bubuk tanpa gula dicampur dengan 3 sdm air, aduk rata.



Cara membuat :

1.    Water roux : 

dalam panci, campur air dan tepung terigu. Aduk rata sampai halus dan    tidak bergerindil. Masak dengan api sedang sampai kental. Tandanya apabila diaduk dengan sendok maka akan terbentuk jejak sendoknya di dasar panci. Jangan sampai mendidih. Sisihkan hingga dingin.


2.    Roti : 

tuang semua bahan kering kecuali margarin. Campur bahan hingga rata. Masukkan campuran water roux dan telur ke dalamnya. Tambahkan air sedikit demi sedikit ( tidak perlu semua dimasukkan. Kira2 saja hingga adonan kalis) uleni hingga kalis . Tambahkan margarin lalu uleni lagi sampai elastis (kira-kira 20-30 menit) . Kalau terlalu kering bisa ditambahkan sedikit air, tapi kalau terlalu lembek bisa ditambahkan sedikit tepung. Saat membuat kemarin saya tidak menambahkan banyak tepung. Asal adonan sudah tidak terlalu lengket ditangan saja..

3.    Fermentasikan sampai mengembang 2x lipat.

4.   Ambil adonan 20 gr. Pipihkan, beri isi lalu rapatkan dan bulatkan atau bentuk sesuai selera. Letakkan di loyang bersemir margarin.


5.    Fermentasikan sampai mengembang 2x lipat. Olesi dengan adonan pengoles. Panggang selama 10-15 menit atau atasnya sudah kuning kecokelatan. Angkat. Dinginkan.