Pages

Sabtu, 09 November 2013

KASINGSAT (Cassia occidentalis Linn)






Nama Ilmiah :  Cassia occidentalis Linn
Familia : Caesalpiniaceae
Nama daerah : cinyingsat, menting, kopi andelan
Nama asing : Coffe senna


Uraian tanaman

Perdu, tumbuh tegak setinggi 1-2 m, banyak bercabang, dan bagian pangkalnya berkayu. Tanaman yang tumbuh liar ditepi jalan, semak-semak atau disekitar perumahan ini, asalnya dari Amerika Tropis. 

Tanaman ini menyukai tempat yang cukup mendapat sinar matahari langsung dan dapat ditemukan dari dataran rendah sampai sekitar 1200 m diatas permukaan laut.

Daun-daunnya majemuk menyirip genep dengan lima pasang anak daun yang bentuknya bulat telur sepanjang 2-6 cm dan lebarnya 1-2 cm. Ujung daun runcing, pangkal membulat dan warnanya hijau tua. Tangkai anak daun pendek. Dibagian ujung, anak daun lebih besar daripada anak daun dibagian pangkal ibu tangkai daun. 





Batang tanaman ini persegi, warnanya hijau dengan alur merah tengguli, ditumbuhi rambut halus, berbunga majemuk yang keluar dari ketiak daun atau ujung ranting. 
Warna bunga kuning berbuah polong, bijinya gepeng, lonjong, satu sudut agak meruncing, sedangkan tengahnya agak melengkung.


Bijinya yang tua setelah disangrai lalu ditumbuk, dapat diseduh sebagai pengganti kopi, 

 










daun dan polong muda dapat dikukus dan enak dimakan dengan nasi.


Bagian yang dipakai : daun, biji, batang dan akar


Khasiat :

Pengobatan radang mata, perangsang nafsu makan, pencahar dan anti radang


Kegunaan :

Sakit kepala, sembelit, disentri, diare kronis
Nyeri ulu hati, radang mata, hepatitis
Pembesaran kelenjar limfe
Batuk, sesak napas, radang paru


Pemakaian :

Untuk minum : 10-15 gr digodok atau diperas airnya dan diminum
Pemakaian luar :
Batang dan daun dilumatkan, bubuhkan pada tempat yang sakit seperti pada gigitan ular atau serangga


Cara pemakaian :

Sakit kepala berulang : 30 gr daun digodok dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas, minum setelah dingin

Catatan : dilarang digunakan oleh wanita hamil




Pof. Hembing Wijayakusuma & dr. Setiawan Dalimartha